Tak Perlu Khawatir! Berikut 4 Cara Mengatasi Karsinoma Nasofaring!

Sumber: Halodoc.com

Pernahkah Anda mendengar nama karsinoma nasofaring? Pasti banyak yang belum tahu. Karsinoma nasofaring lebih dikenal dengan nama kanker nasofaring. Lalu, apa, sih kanker nasofaring dan bagaimana cara mengatasi karsinoma nasofaring?

Dilansir dari halaman Hellosehat, kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring jarang terjadi. Namun, penyakit ini termasuk ke dalam penyakit yang mematikan apabila dibiarkan begitu saja. Kanker nasofaring sendiri adalah salah satu jenis kanker yang menyerang pada bagian saluran pernapasan dan terletak di atas tenggorokan serta di belakang hidung. Penyakit ini tidak menular sehingga Anda tidak perlu khawatir. Akan tetapi, penyakit ini penyebabnya bisa karena faktor genetik. Untuk tahu bagaimana cara mengatasi karsinoma nasofaring, ada baiknya untuk mengetahui gejala dan penyebabnya.

Sebelum membahas cara mengatasi karsinoma nasofaring, berikut penyebab terjadinya kanker nasofaring. Menurut halaman Halodoc, ada beberapa  penyebab terjadinya karsinoma nasofaring. Pertama, adanya virus DNA yang akan menyebabkan munculnya infeksi akut dan infeksi laten limfosit yaitu sel darah putih. Kedua, faktor genetik. Adanya keluarga yang memiliki riwayat penyakit karsinoma nasofaring maka harus waspada karena penyakit ini bisa saja menyerang Anda. Ketiga, adanya perubahan genetik pada beberapa kromosom yang terkait dengan kanker nasofaring. 

Gejala yang bisa Anda temukan dan kenali, meliputi adanya benjolan pada leher. Hal ini terjadi akibat pembesaran kelenjar getah bening. Lalu, adanya darah dalam air liur, terjadinya mimisan, penurunan pendengaran, nyeri pada kepala, dan infeksi pada telinga juga merupakan gejala dari kanker nasofaring. Selain itu penderita juga akan mengalami kesulitan ketika bernapas, berbicara, dan saat membuka mulut. Ada juga yang mengalami gangguan penglihatan, mengidap radang tenggorokan, dan adanya rasa sensasi kaku pada wajah.

Karsinoma nasofaring terdiri dari 4 stadium, antara lain:

  1. Stadium 0
Stadium 0 juga disebut sebagai kanker in situ. Hal ini terjadi karena adanya sel yang tidak normal dan dapat menjadi kanker bahkan memiliki potensi untuk menyebar ke jaringan lainnya.

  1. Stadium 1
Stadium pada tahap 1 di mana sel yang tidak normal pada nasofaring telah berubah menjadi kanker dan menyebar ke jaringan lain, seperti orofaring. Orofaring adalah bagian tenggorokan yang terletak di balik rongga mulut. 

  1. Stadium 2
Pada tahap stadium 2, sel kanker sudah menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening yang ada pada leher atau saluran yang terletak di antara trakea dan hidung. Itu sebabnya adanya benjolan pada leher.

  1. Stadium 3
Pada stadium 3, sel kanker sudah menyebar ke tulang dan organ sinus.

  1. Stadium 4
Pada tahap akhir atau stadium 4, sel kanker telah menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain yang letaknya sudah berjauhan, seperti tulang dan paru-paru.

Berikut 4 cara mengatasi karsinoma nasofaring. Yuk, simak ulasannya!

  1. Imunoterapi.
Metode ini dilakukan dengan cara pemberian obat dan dapat memengaruhi sistem imun tubuh yang bisa melawan sel kanker. 

  1. Pembedahan.
Metode ini dilakukan jika lokasi kanker terlalu berdekatan dengan pembuluh darah dan saraf. Metode ini termasuk jarang dilakukan dan akan dilakukan jika kanker telah menyebar sampai ke kelenjar getah bening.

  1. Kemoterapi.
Metode ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang berfungsi melawan sel kanker. Biasanya kemoterapi bisa dilakukan dengan radioterapi agar pengobatan lebih maksimal.

  1. Radioterapi.
Metode ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker nasofaring yang masih tergolong ringan. Metode ini dilakukan dengan memancarkan sinar tinggi dengan tujuan menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Nah, itulah 4 cara mengatasi karsinoma nasofaring. Sudah, paham?

Posting Komentar

0 Komentar